3   +   3   =  
Bagikan

Herd Immunity ala Indonesia Terserah! -Warga Muda

Saat ini Indonesia telah mengalami wabah yang mematikan, yakni Covid-19. Wabah ini sesuai dengan data covid19.go.id yakni telah memakan korban jiwa yang meninggal sebanyak 1.391 pertanggal 25/5/20 dengan total pasien positif yakni 22.750 dan sembuh sebanyak 5.642.

Banyaknya tenaga medis yang meninggal pula akibat menangani wabah tersebut, sebab semakin hari semakin banyak pasien yang terjangkit. Dalam hal ini peran pemerintah dipertanyakan, mengapa di pertanyakan?

Sebab banyaknya aturan yang membuat masyarakat menjadi tidak mengerti harus bagaimana mengikuti sebuah aturan. Secara tidak langsung wabah ini membuat perekonomian masyarakat menjadi mati.

Kebutuhan masyarakat semakin hari kian semakin mahal dan susah didapatkan. Banyaknya pekerja dan tenaga kerja yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atas wabah ini, akibat perusahaan yang tidak mampu untuk membayar gaji mereka.

Pemerintah Indonesia sudah menerapkan aturan kepada masyarakatnya yakni PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan melakukan Social Distancing guna menghambat penyebaran Covid-19. Namun, sangat disayangkan karna masih banyak masyarakat yang tidak mau mendengarkan aturan pemerintah tersebut. Alhasil membuat pertambahan korban jiwa yang terjangkit semakin meningkat.

Pemerintah dan masyarakat dalam menangani wabah ini tidak memiliki keselarasan satu sama lain, tidak adanya kompromi. Bagaimana tidak? Pemerintah memberikan aturan yang berbeda-beda disetiap daerah, ada yang melonggarkan PSBB ada pula yang tidak menerapkan social distancing sesuai dengan anjuran pemerintah pusat yang akhirnya masyarakatpun dibuat kebingungan.

Lalu, pemerintah Indonesia saat ini ingin menerapkan Herd Immunity. Herd Immunity dianggap salah satu langkah untuk menekan penyebaran virus ini yang merebak di seluruh dunia. Lantas, apakah sudah layak jika sistem tersebut diterapkan di Indonesia? Rasanya tidak.

Baca Juga  Kita Butuh Ilmuwan Muda bukan Anak Muda Rebahan!

Oke kita bahas disini, apa sih sistem “Herd Immunity” ini? Mengapa belum layak jika diterapkan di Indonesia. Sistem Herd Immunity dilansir kemkes.go.id merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.

Jumlah korban jiwa yang meninggal dan  positif terjangkit dengan virus ini membuat langkah pemerintah untuk tidak mampu menerapkan sistem tersebut. Mengingat sistem ini begitu berbahaya jika diterapkan oleh Indonesia. Tidak banyak negara lain yang mampu menerapkan sistem tersebut, contoh negara Inggris, Belanda.

Mereka awalnya melakukan sistem tersebut, namun langkah tersebut gagal karena angka kematian semakin tinggi. Faktanya untuk negara maju pun sekelas inggris dan belanda tak sanggup untuk melawan virus tersebut dan dapat dipastikan Indonesia tak mampu juga untuk menerapkan sistem tersebut.

Maria Van Kerkhove, seorang ahli epidemiologi penyakit menular di WHO, mengatakan tidak diketahui apakah orang-orang yang telah terpapar virus menjadi benar-benar kebal terhadap virus ini dan berapa lama kekebalan tersebut berjalan.

“WHO telah melihat beberapa hasil awal, beberapa studi pendahuluan, hasil pra-publikasi, di mana beberapa orang akan mengembangkan respons kekebalan,” ujar Maria Van Kerkhove seperti dikutip dari CNN International, Jumat (24/4/2020).

“Kami tidak tahu apakah itu benar-benar memberikan kekebalan yang berarti mereka benar-benar terlindungi.Vaksin adalah jawaban yang lebih baik. Maksud saya, baru-baru ini kami memiliki lebih dari 130 pengembang, ilmuwan, perusahaan berkumpul untuk mengatakan mereka bersedia bekerja bersama kami untuk memajukan vaksin.”

Indonesia terserah atau Indonesia menyerah?

Herd Immunity digadang-gadang jadi cara pemerintah menyerah dari virus mematikan ini. Sebab pemerintah Indonesia kewalahan untuk menangani masyarakat yang enggan mematuhi. Hasilnya pemerintah indonesia pada tanggal 5 juni 2020 mendatang akan membuka gerai mall secara bertahap.

Baca Juga  Doa Bulan Puasa untuk Generasi Muda Indonesia

Secara tidak langsung pemerintah menginginkan masyarakat untuk mau tidak mau suka tidak suka harus siap berdampingan dengan pasien yang terjangkit virus mematikan tersebut.

Fakta jika indonesia tidak siap dengan Herd Immunity karna masyarakat Indonesia belum siap dengan dampak negatif yang terjadi nantinya. Saat ini saja, belum diterapkannya Herd Immunity sudah membuat tenaga medis kewalahan akibat membludaknya pasien yang terjangkit.

Seleksi alam, istilah tersebut yang akan terjadi di Indonesia jika akan di terapkan sistem tersebut. Tapi mau bagaimana lagi jika tidak ada langkah yang cepat dalam memerangi virus ini? Karna saat ini Indonesia dilanda krisis ekonomi pula akibat pendemi tersebut.

Banyak para petani dan pedagang sayur yang tidak memiliki penghasilan akibat masyarakat yang melakukan social distancing. Bahan-bahan sembako, pangan, dan kebutuhan banyak yang mengalami kelonjakkan harga. Sehingga membuat masyarakat resah akibat harga yang tidak wajar.

Pemerintah banyak mengubah aturan yang tidak pasti dan banyak tokoh pejabat publik justru memanfaatkan moment ini untuk keuntungan pribadi mereka. Membuat aturan tetapi mencekik masyarakatnya sendiri. Hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat saat ini hanyalah menganut sistem sila kesatu yakni “ Ketuhanan yang Maha Esa”. Tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang menerapkan sila ke lima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

 

Wira Abdi Atmaja seorang yang menyukai dunia filsafat dan berprofesi sebagai pedagang buku. Suka berorganisasi dan membangun kolaborasi untuk Indonesia Maju.


Bagikan