2   +   7   =  
Bagikan

Dunia politik internasional sempat digegerkan dengan kehadiran Syed Saddiq, pemuda berusia 25 tahun yang menjabat sebagai menteri Menpora di Malaysia. Selain Malaysia, Jazirah Arab memiliki pemudi berusia 23 tahun yang memimpin menteri Urusan Pemuda bernama Shamma bin Suhail bin Faris Al Mazrui. Bahkan ia dinobatkan sebagai menteri termuda sedunia oleh Guinness World Records. Menariknya, kedua negara ini terkenal konservatif. Kehadiran kedua pemuda ini menunjukkan hal berbeda.

Kedua muda-mudi ini, memunculkan optimisme terkait gerakan representasi politik anak muda diberbagai belahan dunia. Karena Saddig dan Shamma menjadi bukti bahwa anak muda memiliki kapasitas dan pantas terlibat menata negara.

Lalu bagaimana di Indonesia yang lebih dulu demokratis daripada Malaysia dan Arab? Apakah pernah Kemenpora kita dipimpin anak-anak muda? Atau  masih setia menerima “kutukan” Menpora berkumis untuk tahun 2019 nanti?

Era Kemerdekaan

Sejak Indonesia merdeka tahun 1945, segala  kebutuhan anak muda mulai menjadi urusan negara.  Saat Soekarno menjabat sebagai kepala negara dan Sjahrir menjadi kepala pemerintahan. Wikana adalah seorang politisi muda Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menculik Soekarno dalam peristiwa Rengasdengklok. Namun ia diangkat menjadi menteri pertama dalam mengurusi pemuda yang pada waktu itu bernama Menteri  Negara Urusan  Pemuda.  Ia dipercaya oleh Soekarno karena kontribusinya terhadap bangsa dan kemerdekaan Indonesia.

Wikana mulai menjabat menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda saat usianya sekitar 32 tahun.  Ia menjabat dari tanggal 19 Juni 1946 hingga 29 Januari 1948. Kebijakan Wikana memprioritaskan pembangunan dan pengorganisiran peran pemuda sebagai kekuatan nasional.

Setelah itu, Wikana digantikan oleh Soepeno yang juga sekitar  32 tahun. Soepeno adalah tokoh muda pergerakan sekaligus ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat.

Baca Juga  Megatren Global dan Ancaman Irelevansi Generasi Muda!

Pada masa transisi dari Wikana ke Soepeno, ada pergantian nama kementerian dari Menteri Negara Urusan Pemuda menjadi Menteri Pembangunan Pemuda. Saat Soepeno menjadi Menteri Pembangunan  Pemuda, ia hanya menjabat sekitar satu tahun, pada tanggal 24 Februari 1949, ia meninggal  sewaktu Agresi Militer Belanda II.

Sejak Soepeno meninggal, jabatan Menteri Negara Urusan Pemuda ditiadakan dari Kabinet  Republik Indonesia Serikat  (RIS) hingga Kabinet Kerja IV.

Pada tahun 1964,  kementerian ini berubah menjadi kementerian olahraga,  sesuai dengan amanah dari Maladi, seorang mantan pemimpin  Tentara Pelajar dalam peristiwa Serangan Umum Empat Hari di Solo.

Saat menjabat, usia Maladi telah mencapai 52 tahun. Ia berkontribusi dalam pengembangan musik dan olahraga di Indonesia. Pada tanggal 25 Juli 1966, Maladi dilengserkan bersama Soerkano oleh Soeharto dengan diumumkannya Kabinet Ampera I.

Era Golkar  

Saat Soeharto berkuasa untuk pertama kalinya, Kementerian yang mengurusi pemuda  dihilangkan hingga kabinet Pembangunan II sampai tahun 1978. Peran pemuda di deradikalisasi dan dikerdikan sedemikian rupa. Anak muda semakin terpinggir dalam konstelasi politik nasional dan disingkirkan dalam struktur kekuasaan. Di saat yang sama, rezim Soeharto menerapkan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaa (NKK/BKK) dan pemberangusan buku-buku yang dianggap menyerang pemerintahan hingga 1998.

Era kepemimpinan Soeharto, Menteri Urusan Kepemudaan selalu diisi kader Golkar. Mulai dari Abdul Gofur,  Akbar Tadjung, Hayono Isman,  hingga Agung Laksono. Bahkan ketika masa transisi dari Orde Baru, kader Golkar, Mahadi Sinambela, masih dipercaya oleh Presiden Abddurahman Wahib untuk menjabat posisi  Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Persatuan Nasional.

Selama 22 tahun dari tahun 1978-2000, Golkar mendominasi menteri urusan pemuda. Namun secara usia, mereka tidaklah tergolong muda. Hayono Isman menjadi menteri termuda dengan usia 37 tahun ketika menduduki jabatan tersebut. Sedangkan menteri yang paling tua adalah Agung Laksono dengan usia 49 tahun.

Baca Juga  Anak Politik!

Era Reformasi

Pada era Kabinet Gotong Royong yang dipimpin oleh Presiden Megawati Soekarno Putri, kementrian ini sempat dihilangkan hingga masa jabatannya berakhir pada tanggal 20 Oktober 2004.

Kemetrian ini baru ada lagi saat  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat formasi untuk Kabinet Indonesia Bersatu. Adhyaksa Dault yang pada waktu itu berusia 41 tahun dipercaya menjabat posisi menteri tersebut dengan masa jabatan dari tahun 2004-2009.

Setelah Adhyaksa Dault diganti, kader demokrat,  Andi Mallarangeng (46 tahun) menjabat posisi ini, dan beberapa tahun kemudian ia tersadung kasus pidana korupsi proyek Hambalang.

Andi digantikan sementara oleh Agung Laksono sebagai Pelaksana Tugas dari tanggal 7 Desember 2012 hingga 15 Januari 2013. Menjabat untuk kedua kalinya, Agung Laksono sat itu berusia berusia 63 tahun.

Kedudukan Agung pun akhirnya kembali diisi kader Demokrat, Roy Suryo. Roy Suryo pada masa itu berumur 45 tahun dan menjabat hingga akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Imam Nahrowi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diangkat menjadi Menpora RI hingga hari ini. Saat pertama kali menjabat, usia Imam Nahrowi sudah 41 tahun. Imam Nahrowi pernah bersiteru dengan  Adhyaksa Dault, terkait pencairan anggaran oleh Imam dan politisasi gerakan pramuka oleh Adhyaksa. Bahkan  mereka berdua masih bersitegang sampai detik ini.

Dari berbagai kebijakan dan peristiwa yang dihadapi para menteri pemuda di Indonesia. Ada satu hal yang patut disoroti bersama, bahwa Menteri Urusan Pemuda di Indonesia yang paling muda hanya ada di era kepimpinan Presiden Soekarno, yakni Wikana dan Supeno yang berusia 32 tahun.

Pertanyaan selanjutnya, apakah tahun 2019 akan ada menteri yang muda beneran untuk Kemenpora? Atau lagi-lagi anak muda cuma dijadikan “pajangan” saat kampanye? Ini saatnya kampanyekan #MenporaBeneran agar kita dapat anak muda beneran yang memimpin.

Baca Juga  Ketika Hobi dan Bisnis Melestarikan Tawuran Remaja

 

*Tulisan ini telah dipublikasikan Asumsi.co dengan judul “Usia Para Menteri Urusan Pemuda: Dari Soekarno Hingga Jokowi”.


Bagikan