2   +   2   =  
Bagikan

Saatnya Anak Muda Atur Keuangan Kala Pandemi Corona – Warga Muda

Albert Einstein pernah mengatakan “Di tengah-tengah kesulitan, pasti ada kesempatan”. Menurut saya, ungkapan ini sangat cocok untuk menggambarkan situasi kita dalam menghadapi masa-masa sulit seperti ini. pandemi COVID-19 bukan hanya merenggut banyak nyawa, namun juga menimbulkan kebingungan besar bagi banyak orang yang harus tetap mengais rezeki demi bertahan hidup. 

Mau tidak mau, virus corona sudah membatasi gerak kita dalam berkreasi dan bekerja di luar rumah. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah kota sudah mulai diterapkan demi menekan angka penyebaran virus corona. Tentunya dalam setiap kebijakan, pasti akan ada konsekuensi yang tidak bisa terelakkan.

Dalam hal ini, ruang gerak bagi beberapa profesi menjadi terhambat. Terlebih lagi untuk profesi yang memang harus dilakukan secara outdoor. Beberapa di antaranya adalah freelancer, buruh dan pedagang kecil yang harus menjajakan jualannya. Freelancer yang terdampak juga banyak jenisnya. Misalnya, para event organizer, pekerja wedding organizer, pekerja seni, dan lain sebagainya. 

Beriringan dengan adanya isu ekonomi yang dihadapi para freelancer ini, Perkumpulan Warga Muda baru saja meluncurkan program baru yang disebut, Patungan IDE. Tepat pada (Selasa) 28 April 2020 lalu, Warga Muda sudah memulai pergerakan Patungan IDE yang mengajak orang-orang baik untuk saling berkolaborasyik dengan memberikan ide-ide, kritik maupun pendapat tentang “Daya Tahan Freelancer dan Pengusaha Muda di tengah Pandemi COVID-19”. 

Pada diskusi Patungan IDE ini, Warga Muda kehadiran tamu spesial yaitu, Mas Pebriansyah sebagai founder Nusantara Coffee yang menjadi pemantik utama. Dalam sesinya, Mas Pebriansyah memaparkan tentang bagaimana kondisi para freelancer Indonesia saat ini di tengah pandemi corona. Sebagai praktisi di bidang bisnis, mas Pebri banyak memberikan gambaran kepada semua peserta Patungan IDE tentang bagaimana kondisi pandemi ini sangat tidak menguntungkan bagi banyak pihak, terutama freelancer, pekerja kecil, dan buruh yang hanya menerima gaji harian. 

Suka tidak suka, mereka yang terdampak harus memutar otak dan mencari cara lain untuk bisa tetap mencari nafkah dan bertahan di tengah pandemi COVID-19 ini. Setidaknya, sampai kita berhasil menemukan vaksin corona atau sampai pandemi ini berakhir, dan segalanya menjadi normal kembali. 

Kalau situasinya gak jelas terus seperti ini, kita harus gimana dong?” Nah tulisan ini bertujuan untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia agar terus optimis dan terpacu untuk menjadi anak muda yang semakin pintar dalam mengatur finansial, terutama di masa pandemi COVID-19 ini. 

1.Geser Profesi Bukan Berarti “Banting Setir”

Saya percaya banget kalau anak muda Indonesia itu kreatif dan bermental baja. Kakek dan nenek moyang kita dahulu mendapatkan kemerdekaan Indonesia bukan serta merta “dikasih” begitu saja loh! Mereka meraihnya dengan berkorban keringat, darah, dan air mata. Nah yang mau saya sampaikan di sini, kita sebagai pemuda tidak boleh loyo atau patah semangat hanya karena tidak bisa melanjutkan pekerjaan di luar sana. 

Jika saat ini kita tidak memungkinkan untuk mengerjakan profesi sebagaimana biasanya, maka sekarang waktunya bagi kita untuk mencari “kesempatan” lain yang bisa kita lakukan untuk mencari rezeki. Ingat tadi kata pakde Einstein, akan selalu ada kesempatan yang hadir ketika kita berada di tengah-tengah kesulitan. Contohnya, kita bisa berjualan beberapa makanan pokok atau cemilan buatan sendiri dan memperjualkannya ke teman-teman dekat. Kita juga bisa menjual komoditas lain yang mungkin sedang banyak dicari pada saat ini. Misalnya, bikin masker kain, atau menjual barang lain sesuai dengan kreativitas kamu. 

Tenang saja, mencoba profesi lain bukan berarti kamu banting setir dari pekerjaanmu, kok. Justru ini kesempatan yang baik bagi kita untuk belajar berbisnis. Jadi setelah pandemi COVID-19 berakhir, kita punya skill baru deh!

2. Hemat Pangkal Aman

Dari kecil kita selalu mendengar pepatah “hemat pangkal kaya”, ini benar! Namun untuk masa sekarang ini, ungkapan berhemat akan menjadi aman sepertinya jauh lebih sesuai. Dengan kata lain, kita memang perlu “mengencangkan ikat pinggang” dengan berhemat dan mengatur pengeluaran uang secara lebih bijak. Beberapa ekonom memprediksi bahwa situasi ekonomi ini akan lebih parah daripada global resesi yang terjadi pada 2008. Mungkin ini saat yang tepat bagi para pemuda untuk belajar. Belajar memilih mana yang menjadi kebutuhan dan sekedar keinginan. 

Eits! Berhemat bukan berarti pelit untuk bersedekah, ya! Dalam kondisi seperti sekarang ini, saling bahu-membahu menolong perekonomian orang lain juga sangat diperlukan. Misalnya, kamu membeli makanan yang dijual oleh teman terdekat kamu, atau memesan makanan melalui layanan jasa ojek online. Kita mesti ingat bahwa semua orang sedang berjuang dan berusaha keras untuk bertahan hidup di pandemi COVID-19 ini. Jadi, saling membantu dengan membeli dagangan teman-teman terdekat atau orang lain itu sangat direkomendasikan, ya! 

3. Mengamankan Tabungan

Buat kamu yang masih beruntung dengan memiliki pekerjaan dan gaji bulanan, ada baiknya untuk terus menabung. Budget yang biasanya digunakan untuk jalan-jalan sepulang dari kantor, ongkos dari rumah ke kantor, atau budget-budget lain yang mungkin tidak diperlukan ketika Work From Home (WFH), bisa kamu tabung. Kenyataannya, tabungan menjadi salah satu aset penting yang dapat membantu kita untuk bertahan di masa pandemi COVID-19. 

4. Mengalihkan Investasi

Dilansir dari berita money.kompas.com, harga emas naik melonjak Rp 939.000 per gram pada pekan keempat April 2020. Tentunya ini menjadi kabar baik bagi kamu yang mau berinvestasi emas. Apabila kamu memiliki rezeki lebih, tidak ada salahnya loh untuk mengalihkan uang kamu ke bentuk investasi yang menguntungkan. Setidaknya, pandemi COVID-19 ini juga bisa mengajarkan kita bagaimana berinvestasi dengan bijak di masa sekarang dan masa depan. 

Jadi sesulit apapun kondisi sekarang, saya berharap kita semua bukanlah pemuda yang suka menyalahkan keadaan. Namun, kita perlu terus berusaha untuk mengubah keadaan. Nah, keempat tips di atas adalah beberapa kiat yang dihasilkan dari diskusi Patungan IDE. 

Di Patungan IDE ini, semua orang berhak memberikan ide, pendapat, kritik, dan saran yang berkaitan dengan isu yang dipaparkan. Dengan mengusung prinsip sama rata, sama rasa, Warga Muda percaya bahwa setiap pemuda berhak dan berkewajiban memiliki andil dalam memajukan bangsa Indonesia. 

Buat kamu yang mengaku pemuda bangsa Indonesia, yuk, ikutan Patungan IDE yang diselenggarakan oleh Warga Muda! Acara ini akan berlangsung setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu. Jangan sampai ketinggalan ya, apalagi sampai ditinggalin!

 

Baca Juga  Napi Dibebaskan karena Corona, Serius nih?

Bagikan