1   +   10   =  
Bagikan

Dunia digital akan menjadi arena persaingan imajinasi, kreativitas dan inovasi. Semua orang kini memiliki kesempatan untuk mengubah permainan dan persaingan. Dunia digital secara mengejutkan akan menunjukan kepada kita masih banyak peluang-peluang baru yang dapat di eksplorasi.

Kemewahan dari era revolusi digital, adalah saat ide dapat mengubah kehidupan manusia, saat siapa saja dapat mengubah dunia bisnis dan politik. Karena itu, nilai dari sebuah platform digital tidak dinilai dari perannya saat ini, namun pada misi apa yang akan di ciptakan di masa depan dan menciptakan segmen pasar yang benar-benar baru dan berbeda.

Perusahaan atau lembaga dalam skala kecil akan lebih mudah melakukan manuver dan improvisasi terhadap tantangan perubahan ini, ketimbang organisasi-organisasi besar. Di era disrupsi, tidak ada yang abadi, bahkan perusahaan yang melakukan praktik monopoli atau pemerintah otoriter pun bisa berakhir ironis.

Dalam dunia yang semakin terkoneksi ini, megatren global dapat menyebar luas seketika tanpa mengenal teritorial negara. Hingga pertanian, peternakan, bahkan pasar tradisional ikut dalam arus digitalisasi ini. Perubahan akan semakin sering terjadi dan tak terduga.

Di zaman yang semakin terbuka dan belari cepat. Nilai-nilai barat tidak lagi mampu menghegemoni trend kebudayaan global. Semua budaya lokal dari berbagai negara sudah mulai memiliki kekuatan untuk mewarnai perkembang tren-tren kebudayaan global. Hari ini gaya hidup semakin beragam, karena semakin banyaknya referensi subkultur yang dapat diakses melalui gawai, kapan saja dan di mana saja.

Memahami tren menjadi semakin krusial bagi pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat sipil. Karena tren adalah faktor yang paling mempengaruhi kebutuhan dan prioritas masyarakat sebagai konsumen sekaligus warga negara.

Kita Butuh Mudah dan 24 Jam

Sangat naif, jika kita menggunakan pengalaman masa lalu untuk menjelajah memahami masa depan. Dalam rentang waktu yang singkat. Perkembangan teknologi dan inovasi belari sangat cepat. Berbelanja online, menonton film streaming, membaca koran melalui ponsel pintar, dan berbagai aplikasi canggih lainnya yang  berhasil mengubah perilaku masyarakat kita.

Baca Juga  Politisasi SARA Basi!

Urusan hiburan, kesehatan, olahraga, bisnis, pendidikan, kehamilan bahkan dapur kini tersedia langsung digenggaman konsumen. Ini bukan hal mewah lagi bagi generasi muda.

Sistem pembayaran mulai bermigrasi dari kartu debit atau kredit ke perangkat seluler. Maka tidak aneh, jika penawaran dan permintaan yang awalnya ada di toko maupun di kantor mulai beralih ke layar ponsel. Semua transaksi kini bisa di mediasi platform digital.

Dengan demikian, tidak seperti generasi sebelumnya, generasi milenial dan generasi z tidak akan lagi pernah mengeluh dengan toko, bank, kantor pemerintahan yang buka saat kita sibuk, dan tutup saat kita membutuhkannya. Perlahan-lahan tapi pasti, semua akan di dorong untuk melayani kebutuhan masyarakat selama 24 jam. Karena sistem real time dapat diadopsi di semua model bisnis.

Konsumen juga akan semakin menuntut kesederhanaan produk maupun jasa. Maksudnya, dengan mempercepat interaksi yang tidak penting dan tidak menarik dengan kepentingan konsumen. Begitupun dengan urusan pelayanan publik, birokrasi yang berbelit-belit perlu untuk berbenah. Karena bagi generasi muda, digitalisasi seharusnya mempermudah, bukan malah mempersulit.

Kebangkitan Tren kreatif,  Koperasi dan Start UP Zebra

Tahun 2020, menjadi awal tahun bagi berbagai platform digital dengan model bisnis sewa-menyewa menantang platform bisnis jual-beli. Karena teknologi digital mampu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses aset-aset “rumahan” yang menganggur atau tidak produktif.

Melihat kegagapan start up di tahun 2019, dengan pola bakar uang yang semakin tidak sehat. Di tahun 2020, akan semakin muncul keraguan stakeholder terhadap masa depan start up unicorn. Ini menjadi kesempatan bagi perusahaan rintisan koperasi dan start up Zebra bergegas mengambil peran yang lebih besar di masyarakat.

Jika kritis berorientasi pada masalah dan masa lalu. Kreatif berorientasi pada potensi dan masa depan. Karena kreativitas adalah memandang dunia secara optimis dan mengeksplorasi segala peluang yang dapat kembangkan.

Baca Juga  Untuk perempuan Gen Z yang tidak sedang dalam pelukan, Berjuanglah!

Kreativitas sejatinya sedikit yang lahir dari labolatoriun dan penelitian, namun kreativitas lebih banyak lahir dari budaya yang mendukung pemikiran yang berbeda.

Kreativitas perlu dorongan untuk keluar dari jebakan pengalaman dan groupthink sindrome. Belajar dari sumber yang berbeda bahkan bertentangan sangat baik bagi tumbuh kembang kreativitas. Karena, kreativitas adalah upaya menjalin hubungan yang baru.

Tahun 2020 ini adalah momen yang tepat bagi anak-anak muda untuk hijrah dari start up unicorn menuju start up coop atau start up zebra.

Start up co-op adalah sebuah start up berbasis pada sistem koperasi dimana anggota berdaulat atas usaha bersama tersebut. Gerakan ini diiniasi oleh Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI).

Sedangkan, startup zebra adalah start up yang berorientasi membantu menyelesaikan masalah masyarakat dengan membentuk kelompok-kelompok yang saling menopang. Gerakan ini telah dimulai oleh iGrow, e Fishery dan Redblood.

Kedua start up ini memiliki kesamaan, yakni tidak memiliki motif seperti start up unicorn yang berupaya melakukan monopoli dan menjadi predator bagi para pesaingnya.  Pendekatan kedua start up ini, bisa jadi pilihan alternatif anak muda untuk berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

 

Wildanshah adalah Komisaris Warga muda, sebuah lembaga yang bergerak di kajian bonus demografi, youth policy, dan youth development. 


Bagikan