7   +   4   =  
Bagikan

Dalam situasi kepanikan, tulisan kali ini memang tidak begitu banyak gagasan-gagasan baru, karena banyak sekali pertanyaan yang tidak bisa saya dapatkan jawabanya.

Saya sangat berharap ada yang bertanya serupa dan mencari jawaban serta solusi bersama-sama.

Pada awal Tahun 2020 dunia mengalami pandemi corona, akibat porak poranda ini membuat rupiah melemah.

Hal ini sama seperti kejadian masa krisis ekonomi global yang juga melanda Amerika Latin pada awal tahun 2000.

Pada saat itu pasar modal jatuh, harga komoditas turun, dan pemerintah memulai paket-paket stimulan baru. lalu apa saja yang telah dilakukan Amerika Latin? Dan apa yang akan dilakukan Indonesia nantinya?

Indonesia tidak harus ikut-ikutan negara lain dalam mengambil langkah lock down. Akan tetapi, Indonesia bisa mengambil sudut pandang berbeda dalam mencari solusi dan mencegah masalah baru.

Dalam sudut pandang Jason Tockman yang menyatakan bahwa Amerika Latin merespon tantangan krisis ekonomi global yang melanda, dengan beberapa cara.

Pertama, beberapa negara akan mengambil posisi yang lebih tegas menghadapi investor asing dan melakukan pengendalian ketat terhadap sumber daya mereka yang dianggap vital bagi kepentingan nasional.

Kedua, beberapa negara memperbarui konstitusi untuk mengamankan pengendalian negara secara lebih luas terhadap perekonomian dan melibatkan secara luas masyarakat asli dan kelompok terpinggir lainnya.

Bertanya pada Indonesia

Di masa kegetiran ini timbulah banyak pertanyaan. berupa, apa langkah pemerintah untuk ekonomi Indonesia? Apakah pemerintah sudah merancang kerja baru? Dan pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana rancangan kerja ini dilaksanakan dan siapa saja aktor yang menjalankanya?

Jika pertanyaan ini dijawab dengan tegas oleh pemerintah, tandanya ada harapan perubahan pasca pendemi corona, akan tetapi bagaimana jika pertanyaan ini tidak ada, dan pemerintah tidak punya jawaban? Jelas situasi tersebut harus diwaspadai.

Baca Juga  Generasi Milenial adalah Generasi Negatif, Masa Iya?

Sebaiknya, menurut saya pemerintah antar daerah sudah bisa membangun regulasi bersama di tingkat kawasan untuk menjamin kepastian optimalisasi manfaat bagi pemenuhan program yang mengatasi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi akibat epidemi corona ini.

Tidak lupa juga pemerintah perlu mengajak anak muda yang berkompeten untuk mendiskusikan ini agar mereka mampu untuk menggalang kekutaan pada generasinya sendiri. Disisi lain, secara politik ini seluruh partai politik juga perlu berkerjasama dikawasan daerah tersebut, agar kerjasama diakar rumput terjalin lebih efektif.

Untuk itu dalam menghadapi pendemi ini, komunikasi antar pemerintah pusat dan daerah harus terjalin intensif disamping memikirkan penanganan terhadap korban covid-19. Hal ini berguna sebagai sharing pengetahuan dan informasi, termasuk dalam menggalang kekuatan terutama ketika harus berdiplomasi atau meminta bantuan dengan negara-negara lain.

Dalam situasi tidak normal seperti sekarang ini, meminta pertolongan negara lain bukanlah sesuatu hal yang memalukan. Karena setiap satu nyawa manusia lebih berharga dari apapun juga.


Bagikan