1   +   2   =  
Bagikan

Gerakan kecil, dengan sedikit orang dan lingkup yang sempit, tidak mendapatkan pengakuan bahkan perhargaan yang pantas untuk perjuangan-perjuangan mereka.

Anak-anak muda yang berhasil membuat tetangganya sedikit  lebih baik, selalu dipandang sebelah mata.

Memang tidak dapat dipungkiri, sekarang kita hidup disebuah budaya dimana media massa begitu memuja pencapaian besar, sesuatu yang hingar-bingar, seremonial dan tergiur dengan  tokoh-tokoh yang memuja diri sendiri di media sosial.

Situasi ini menekan kita untuk selalu  berambisi dan berego besar agar mendapatkan antrian dipanggung yang penuh sorotan kamera.

Gerakan  kita, sekarang diukur secara kuantitatif, dihitung jumlah pesertanya, partisipannya, dan penontonnya. Makin banyak orang dianggap semakin berdampak.

Bagi mereka yang memuja “kuantitas”, momentum adalah segalanya, sedangkan  perjuangan yang berkomitmen pada penyelesaian masalah atau mengembangkan potensi di level yang lebih kongkrit, hajat hidup masyarakat, misalnya dilingkungan sekitar rumah kita, terlihat tidak begitu menarik.

Padahal, berdasarkan pengalaman saya. Komunitas-komunitas anak muda atau organisasi masyarakat sipil sudah mulai berjamur dan tumbuh dimana-mana.

Inisiatif-inisitiaf positif untuk berbuat baik sekaligus menciptakan masyarakat yang baik hadir di tingkat yang begitu dekat dengan diri kita sendiri.

Perkumpulan mereka-mereka ini, tidak punya relasi vertikal pusat-daerah. Mereka percaya, struktur hirarkis membunuh kreatifitas, dan paling parahnya mematikan inisiatif.

Relasi yang jauh lebih kolaboratif, inklusif, dan horizontal adalah semangat yang kita butuhkan sekarang.

Besar tidak melulu berdampak

Kita setidaknya perlu mengkritisi paragdima yang terbiasa mengasosiasikan besarnya organisasi dan program skala besar sebagai capaian dari gerakan sosial.

Kalau begini terus, bagaimana nasib kawan-kawan kita yang masih setia berkontribusi di akar rumput dengan komunitasnya yang kecil?

Bila semua berambisi besar. Apa yang membuat mereka berkomitmen terhadap perubahan sosial dalam skala kecil? disaat para pemangku kepentingan mengharapkan perubahan besar dan menuding komunitas-komunitas ini tidak berpengaruh.

Baca Juga  Empat Manfaat Berkomunitas Bagi Gen Z!

Padahal komunitas-komunitas ini memang sejak awal tidak terobsesi  untuk memobilisasi massa atau mencari perhatian donor besar untuk bertahan hidup.

Obsesi aktivis kita terhadap gerakan besar menciptakan sejumlah tantangan bagi teman-teman yang hidup di komunitas kecil, salah satunya adalah persepsi terkait dampak sosial yang diberikan organisasi kita kepada seberapa “banyak” masyarakat yang hadir bukan seberapa “bermanfaat” bagi masa depan masyarakat.

Dari sini, saya ingin sampaikan, bahwa pembesaran ukuran organisasi tidak melulu seiring dengan kemampuan mereka memberikan dampak positif bagi kebaikan masyarakat.

Seringkali, malah, organisasi yang berusaha membesarkan diri secara kuantitatif akan terkikis visi juga idealismenya, dan lambat laun mengubah orientasi orang-orang didalamnnya. Pada skenario yang lebih buruk, mereka malah jadi kanibal bagi organisasi lainnya karena bertarung berebut rente.

Setia pada hal kecil

Kabar baiknya, gerakan kecil bahkan gerakan yang sangat kecil, walaupun tidak terkenal, mereka merupakan kelompok yang semakin relevan secara sosial dan politik. Karena pada kenyataannya, gerakan-gerakan kecil ini justru yang paling banyak mencetak intelektual organik yang tangkas.

Mengingat gerakan kecil ini tidak memiliki sekre tetap, anggota yang tidak lebih dari 10 orang,  ditengah keterbatasan, mereka membuat gerakan dengan berkolaborasi dan paling penting, mereka mampu membiayai gerakannya sendiri secara mandiri.

Gerakan kecil selalu bisa memberikan kontribusi yang unik karena gerakan kecil menawarkan kualitas bukan kuantitas. Karena gerakan kecil biasanya dibentuk untuk melayani lingkungan sekelilingnya dan kebaikan anggota yang hidup didalamnya.

Ukuran gerakan yang kecil dengan visi lokal memungkinkan komunitas kecil memiliki interaksi yang intim, modal sosial yang kuat dan bertanggung jawab. Gerakan kecil bisa lebih proaktif, ulet, kreatif, fleksibel, dan efisien dalam merespon tantangan.

Baca Juga  Sudahkah Pemuda Merdeka dengan Program Merdeka Belajar?

Untuk urusan gerakan,  Saya satu aliran dengan Margaret Mead, seorang antropolog budaya Amerika, menurutnya “jangan pernah ragu bahwa sebuah kelompok kecil dari orang yang bijak dan berkomitmen dapat mengubah dunia ini. Malah, itu adalah satu-satunya hal yang dapat mengubah dunia”.

Maka dari itu, bergeraklah dengan standar anda sendiri, tak harus menjadi besar, buatlah gerakan kita lebih bermakna dan bertahan lama.


Bagikan