9   +   2   =  
Bagikan

Banyak yang bilang kalo masa muda adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidup sob. Sobat Muda sepakat gak?

Tapi sob, menjadi anak muda adalah proses transisi yang dilalui tiap individu. Masa transisi dimana setelah cukup tua untuk menjadi seorang anak tetapi terlalu muda untuk menjadi dewasa.

Tapi perlu sobat tahu, ada momen penting dalam fase trasisi ini. Yaitu, dimana sebelumnya kita sepenuhnya tergantung pada orang tua kita, kini semakin mampu mandiri.

Gen Z adalah masa pergulatan dan cari perhatian

Masa muda adalah saat dimana kita menjalani berbagai pergulatan dalam hal personal, ekonomi, sosial, juga politik, yang kemudian memiliki komitmen terhadap lingkungan sosialnya. Jadi anak muda sobat harus mempersiapkan diri dengan baik dengan mengenyam pendidikan maupun pelatihan.

Sebagai anak muda, kita selalu digadang-gadang menjadi penerus bangsa. Kita selalu diharapkan perannya untuk memajukan bangsa. Tapi kalo kita lihat realitasnya saat ini sob, kita akan menemui banyak anak muda yang jauh dari ekspektasi itu.

Banyak anak muda yang dianggap tak peduli dengan kondisi di sekitar kita, baik itu permasalahan sosial, ekonomi ataupun politik.

Parahnya lagi, hari ini anak muda hanya dijadikan target pemasaran strategis dari berbagai macam produk. Anak muda pun kemudian begitu lekat dengan citra konsumerisme.

Berbicara soal orientasi, kadang anak muda saat ini hanya peduli dengan kepentingan pribadinya saja. Kepedulian kepada permasalahan bangsa sangat lemah.

Sikap apolitis Gen Z merupakan pengaruh pemerintahan yang tidak membaik pada era reformasi

Selain masalah apatisme dan nasionalisme, anak muda juga kehilangan peran kepemimpinannya. Anak muda memiliki ketertarikan yang rendah untuk menjadi pemimpin, walaupun sebenarnya mereka mampu.

Baca Juga  Saatnya Anak Muda Berpolitik Praktis

Saya pikir sob, ini tidak terlepas dari peninggalan Orde Baru. Orde Baru cenderung menempatkan pemerintahannya seperti lembaga keluarga, ada Bapak, Ibu, dan Anak.

Anak muda diposisikan sebagai ‘anak’ yang harus menghormati dan menurut pada pimpinan yang lebih tua ‘bapak’. Hierarki kultural ini terus mengakar dalam berbagai sektor pemerintahan Indonesia sampai saat ini.

Hal yang perlu kita soroti juga nih sob, adalah terkait Undang-Undang Kepemudaan yang kurang disosialisasikan kepada kita sebagai Warga Muda.

Keterlibatan anak muda sangatlah minim dalam proses perumusannya sob, bahkan hingga disahkannya menjadi Undang-Undang Kepemudaan.

Undang-undang ini dianggap tidak efektif karena perumusan yang tidak berbasis pada data riset terkini serta belum dijelaskannya mekanisme pengawasan dan evaluasi dalam mengukur kebijakannya.

Wajarlah jika saat ini Sobat Muda banyak yang tak tau atau bahkan merasakan dampak dari adanya undang-undang itu.

Gen Z lebih aktif

Jadi memang sudah saatnya sob kita harus lebib aktif ikut mewarnai proses munculnya kebijakan. Partisipasi anak muda dalam proses legislasi masih menjadi problem penting yang belum terselesaikan.

Partisipasi konkrit anak muda hanya berupa angan belaka. Meskipun saat pemerintah sudah banyak yang memberikan pelatihan terkait partisipasi dan pendidikan politik bagi anak muda, tapi inisiatif pemerintah masih sangat kurang dalam mendorong partisipasi warga muda.

Kedepan pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang juga sesuai dengan representasi warga mudanya. Pemerintah harus mampu membaca bagaimana kondisi dikalangan warga muda dengan berbagai macam keberagamannya.

Keberagaman identitas dan karateristik anak muda Indonesia tidak hanya direpresentasikan oleh agama dan suku daerah atau sebatas di perkotaan saja. Di luar itu, ada anak jalanan, anak muda dengan difabel, hingga anak muda yang memiliki orientasi seksual minoritas.

Baca Juga  Ngabuburit Virtual dan Nasib Bukber Kita

Buat sobat Muda, kini saatnya berhenti bermalas-malasan. Bersenang-senanglah selagi muda, karena menjadi muda itu menyenangkan. Tapi sangat disayangkan kalo Sobat Muda cuma melewati fase muda ini hanya digunakan buat bersenang-senang saja.

Gen Z buatlah cerita seru dan prestasi selagi muda, bermainlah dengan karya. Darah muda adalah darah pejuang.

Kini saatnya mengambil hak Sobat Muda untuk ikut ambil bagian dalam membangun bangsa ini. Jangan lagi menunggu, lakukanlah sobat!


Bagikan