10   +   4   =  
Bagikan

Berdasarkan penelusuran tim Perkumpulan Warga Muda, keterwakilan politik anak muda dengan rentang usia 23 tahun hingga 30 tahun di DPR RI periode 2019-2024 hanya sekitar 4 persen atau 24 orang dari total 575 kursi dewan.

Usia 30 tahun adalah batas maksimal usia pemuda yang ditetapkan pada Pasal 1 ayat 1 UU Kepemudaan. Nasdem, PAN, Demokrat, Golkar, PDI-P, PPP, Gerindra dan PKB merupakan partai yang berhasil membawa anak muda masuk DPR RI. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi partai-partai yang gagal mengantarkan politisi mudanya duduk di Senayan.

Berikut adalah Profil Anggota DPR Muda Periode 2019-2024:

  1. HILLARY BRIGITTA LASUT, S.H. (23 tahun) lahir di Manado, 22 Mei 1996 Partai NasDem SULAWESI UTARA.
  2. Hj. FARAH PUTRI NAHLIA, M.Sc. (23 tahun) lahir di semarang, 02 Januari 1996 Partai Amanat Nasional JAWA BARAT IX.
  3. MUHAMMAD RAHUL (23 tahun) lahir di Negeri Bayu, 15 Desember 1995, Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) RIAU I.
  4. ARKANATA AKRAM, S.T., B.E. (Hons) MEng.Sc. (23 tahun) lahir di Samarida, 21 November 1995, Partai NasDem KALIMANTAN UTARA.
  5. FACHRY PAHLEVI KONGGOASA, S.E. (24 tahun) lahir di kendari, 14 Mei 1995 Partai Amanat Nasional SULAWESI TENGGARA.
  6. RIZKI AULIA RAHMAN NATAKUSUMAH (24 tahun) lahir di Jakarta, 19 November 1994, Partai Demokrat BANTEN I.
  7. ADRIAN JOPIE PARUNTU (25 tahun) lahir di Jakarta, 10 Maret 1994 Partai Golongan Karya SULAWESI UTARA.
  8. PUTRI KOMARUDDIN (26 tahun) lahir di Bandung, 21 Agustus 1993 Partai Golongan Karya, JAWA BARAT VII.
  9. DIAH RORO ESTI, W.P., B.A., M.Sc. (26 tahun) lahir di Jakarta, 25 Mei 1993, Partai Golongan Karya JAWA TIMUR X.
  10. BRAMANTYO SUWONDO, M.M.IR. (26 tahun) lahir di Jakarta, 27 April 1993, Partai Demokrat JAWA TENGAH VI.
  11. HARMUSA OKTAVIANI (26 tahun) lahir di rembang, 16 Oktober 1992, Partai Demokrat JAWA TENGAH III.
  12. ABDUL HAKIM BAFAGIH (27 tahun) lahir di jember, 23 September 1992, Partai Amanat Nasional JAWA TIMUR VIII.
  13. MUHAMMAD DHEVI BIJAK (27 tahun) lahir di batusitanduk, 23 Mei 1992, Partai Demokrat SULAWESI SELATAN III.
  14. ATHARI GAUTI ARDI (27 tahun) lahir di bandung, 15 April 1992 Partai Amanat Nasional SUMATERA BARAT I.
  15. PARAMITA WIDYA KUSUMA, S.E. (27 tahun) lahir di Brebes, 18 Januari 1992, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) JAWA TENGAH IX.
  16. ROJIH (28 tahun) lahir di rembang, 3 April 1991, Partai Persatuan Pembangunan JAWA TENGAH II.
  17. INA ELISABETH KOBAK, S.T. (28 tahun) lahir di papua, 13 Desember 1990, Partai NasDem PAPUA.
  18. SLAMET ARIYADI, S.Psi. (29 tahun) lahir di sampang, 30 September 1990, Partai Amanat Nasional JAWA TIMUR XI.
  19. MARTHEN DOUW (29 tahun) lahir di Nabire, 02 Maret 1990, Partai Kebangkitan Bangsa, PAPUA.
  20. RATIH MEGASARI SINGKARRU, M.Sc. (29 tahun) lahir di Jakarta, 22 Oktober 1989 Partai NasDem SULAWESI BARAT.
  21. YESSY MELANIA, S.E. ( 30 tahun) lahir di Nanga Pinoh, 16 Juni 1989, Partai NasDem KALIMANTAN BARAT II.
  22. H. IIP MIFTAHUL CHOIRI, S.Pd.I. (30 tahun) lahir di serang, 15 Maret 1989, Partai Persatuan Pembangunan BANTEN I.
  23. GILANG DHIELAFARAREZ, S.H., LLM (30 tahun) lahir di Jepara, 07 Januari 1989, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) JAWA TENGAH II.
  24. ADE REZKI PRATAMA, SE, MM (30 tahun) lahir di Bukittinggi, 08 November 1988, Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) SUMATERA BARAT II.
Baca Juga  Matinya Kepakaran dan Kegilaan Kita di Internet

Defisitnya representasi politik anak muda secara kuantitas di DPR RI periode 2019-2024 mengidentifikasikan bahwa masih banyak anak muda yang belum memiliki posisi strategis di dalam kepengurusan parpol. Secara tidak langsung, membuat anak-anak muda mendapat banyak rintangan dan hambatan dalam proses pencalegan yang berdampak pada minimnya keterwakilan anak muda di parlemen.

Kami melihat, ada empat persoalan yang sedang dihadapi anak muda dalam politik. Pertama, partisipasi politik anak muda hanya berhenti pada ranah mobilisasi suara pemilu. Kedua, representasi politik anak belum menjadi agenda prioritas partai. Ketiga, partai politik belum memiliki blueprint dalam memperjuangkan aspirasi anak muda. keempat, masih kuatnya gerontokrasi, sebuah bentuk hegemoni politik yang didominasi oleh kekuasaan orang-orang tua.

Terlepas dari berbagai persoalan, kita perlu mentransformasikan partisipasi politik anak muda menjadi representasi politik anak muda di lembaga legislatif. Representasi anak muda sangat diperlukan dalam proses legislasi untuk mencari solusi bagi generasinya sendiri. Karena hanya anak muda lah yang mampu mengamati, memahami, memprediksi dan berempati secara langsung terhadap setiap keberagaman aspirasi anak muda.

Berangkat dari ini, Perkumpulan Warga Muda percaya bahwa negara yang memiliki representasi politik anak muda di institusi politiknya akan memiliki kebijakan yang lebih resposif dan adaptif terhadap hak-hak dan sumber daya anak mudanya.

Dan saat ini, generasi muda dari seluruh Indonesia menitipkan harapan itu kepada 24 anak muda yang resmi menjadi anggota DPR RI, sekelompok “kaukus politik 24” yang akan menjadi wajah politik anak muda kita sekarang. Semoga anak muda yang berkiprah di parlemen mampu mewarnai demokrasi dengan idealisme politik yang progresif.

Tim Kajian:

Nana Nurwaesari adalah mahasiswi Pascasarjana Ilmu Politik UNAS dan lulusan Ilmu Politik International Islamic University Malaysia. Ia merupakan penggiat kajian ekonomi politik dan gerakan masyarakat sipil. Ia dapat ditemui di Instagram @waesarinana

Dian Puspita Sari adalah mahasiswi Pascasarjana Ilmu Politik UNAS dan lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Indo Global Mandiri Palembang. Ia konsisten mempelajari pembangunan politik dan kekuatan-kekuatan politik di Indonesia. Ia dapat ditemui di Instagram @dianhartono_97

Wildanshah adalah Komisaris Warga muda, sebuah lembaga yang bergerak di kajian bonus demografi, youth policy, dan youth development. Ia dapat ditemui di Instagram @wildan.shah

 

Baca Juga  Sikap Pemuda Dunia terhadap Covid-19

Bagikan