10   +   3   =  
Bagikan

Politik seringkali enggak kenal batasan usia. Meski perundang-undangan udah ngasih regulasi mengenai siapa yang disebut pemuda dan bukan, seringkali realitanya engga demikian dalam kehidupan masyarakat. UU Kepemudaan No. 40 Tahun 2009 udah mendefinisikan  bahwa pemuda ialah orang yang usianya 16 sampai 30 tahun.

Nah, faktanya nih sob, dalam beberapa kasus, organisasi pemuda dipimpin oleh orang yang enggak lagi berusia muda. Sungguh ironis banget ya?!

Kalo kita mengacu kepada persepsi publik, sejatinya usia muda dan usia tua enggak memiliki persepsi yang pasti dan selalu berubah-ubah. Gubernur Lampung misalnya, Ridho Ficardo tatkala terpilih mendapatkan ekspektasi publik yang baik, bukan aja di Lampung namun juga di tingkat nasional karena ia menjadi gubernur termuda yang terpilih dalam sejarah Indonesia.

Andaikata kita membayangkan sosok Ridho Ficardo nyalon jadi Presiden, kendati perundang-undangan yang ada memperbolehkan, pastinya ia bakal dianggap anak bau kencur kemarin sore. Mereka bakal memandang perlu bagi Ridho Ficardo untuk lebih memperdalam pengalamannya dan membuktikkan kapabilitasnya dalam dunia pemerintahan, barulah ia bisa dapat kepercayaan publik.

Posisi kepala daerah diisi dengan orang-orang berusia muda dapat dipersepsikan publik sebagai langkah awal perubahan. Gitu juga dengan caleg, dalam berbagai tingkatan tentunya, baik itu DPRD, DPD RI, dan DPR RI. Posisi legislatif yang diisi orang-orang tua yang dianggap membosankan hari ini, tentunya memungkinkan hadirnya anggota legislatif muda di lembaga-lembaga legislatif tersebut.

Gimana dengan menteri? Menteri selama ini berperan sebagai pembantu presiden dalam berbagai sektor. Presiden sendiri jelas manusia biasa, hal yang mustahil tentunya mengharapkan Presiden mampu menguasai semua sektor permasalahan. Tentu aja Presiden wajib mengentaskan segala permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kendati ia enggak menguasai persoalan. Itulah gunanya ada menteri dalam bidang terkait.

Baca Juga  Kenyataannya, Kita Semua Adalah Koruptor!

Lantas gimana persepsi publik terhadap menteri berusia muda? Dalam hal ini bisa memunculkan banyak persepsi. Mengingat enggak ada menteri yang muda beneran atau setidaknya benar-benar muda bila kita berpegangan pada persepsi publik.

Menteri Susi misalnya, dapat dipersepsikan sebagai orang muda dengan gayanya yang enerjik dan selalu berusaha tampil muda, kendati di usianya yang enggak lagi muda. Beberapa menteri zaman Orba ketika pertama tampil ke tampuk kekuasaan mereka berada di usia terbilang muda untuk posisi menteri, rupanya publik tetap saja menganggap mereka “orang tua” karena gaya mereka yang terlalu kaku, formal dan normatif di hadapan publik.

Sebastian Kurz yang sekarang menjadi Perdana Menteri Austria, ia dapat dikatakan muda secara definitif mengingat usianya sendiri 31 tahun dan pemimpin termuda di dunia saat ini.

Mampukah ia menghadirkan pembaharuan dan inovasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Austria? Mampukah Indonesia memiliki orang semuda itu yang mampu meraih tampuk kekuasaan? Pada akhirnya persepsi masyarakat yang bakal menjawabnya.


Bagikan