4   +   4   =  
Bagikan

Gen Z, apakah kamu sudah pernah mendengar Sustainable Development Goals (SDGs)? Sebagian orang mungkin sudah sangat familiar dengan istilah ini, namun sebagian lagi mungkin masih bertanya-tanya tentang apa makna SDGs ini.

Sustainable Development Goals adalah suatu rencana pembangunan berkelanjutan yang didirikan pertama kali di Roma, Italia pada 10 Februari 2010 yang merupakan pusat internasional, suatu lintas disiplin yang mencakup semua aspek dampak lingkungan dari perkembangan sosial sampai ekonomi. SDGs ini kemudian menjadi suatu agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 25 September 2015.

Nah di Indonesia, SDGs atau pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan ini telah dinyatakan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2017. Peraturan Presiden RI ini menyatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara anggota PBB berperan aktif dalam penentuan sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development.

Oleh karena itu, baik pemerintah dan Gen Z sebagai generasi penerus bangsa harus bersama-sama bertindak secara selaras untuk dapat memenuhi komitmen pemerintah dalam pelaksanaan pencapaian SDGs. Sementara itu, tugas pemerintah adalah merancang dan menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang seirama dengan tujuan SDGs.

Sekarang ini, para pemuda di penjuru dunia sudah berbondong-bondong untuk mendukung dan menerapkan pelaksanaan SDGs demi mencapai 17 tujuan utama dalam SDGs. Jadi, pemerintah dan pemuda Indonesia tidak boleh kalah dong dalam hal ini!

Perlu menjadi catatan bahwa artikel ini bertujuan untuk membantu pemerintah untuk memahami apakah kebijakan-kebijakan politik yang ada sudah sesuai dengan tujuan SDGs dan dipahami oleh para pemuda? Selain itu, melalui artikel ini diharapkan pemuda atau Gen Z semakin menyadari bahwa mereka memiliki peran yang vital untuk membantu misi pemerintah dalam pelaksanaan SDGs.

Agar Indonesia dapat menjadi suatu negara yang memberikan kehidupan lebih baik bagi pendudukanya, maka para generasi muda sebagai agent of change harus melek terhadap pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia dan menerapkannya mulai sekarang.

Tujuan SDGs dan Harapan Dukungan dari Pemerintah

SDGs memiliki 17 tujuan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di tahun 2030. Akan tetapi, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang 10 tujuan SDGs yang paling dekat dengan peran pemuda serta pemerintah.

1. No Poverty atau Tanpa Kemiskinan.

Tujuan SDGs yang paling pertama adalah menghapus kemiskinan. Pemerataan ekonomi memang menjadi hal yang sangat penting agar pembangunan secara berkelanjutan dapat tercapai. Pada tahun 2030, SDGs memiliki harapan agar tingkat kemiskinan ekstrim dapat dihapuskan.

Baca Juga  Sudahkah Pemuda Merdeka dengan Program Merdeka Belajar?

Secara bersamaan, Indonesia diperkirakan akan mencapai titik puncak bonus demografi di tahun 2030, yaitu 10 tahun dari sekarang! Artinya, ketika kita bersama-sama melawan kemiskinan, maka Indonesia bisa meraih bonus demografi dan mencapai target SDGs di tahun 2030.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) telah mengalami penurunan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. TPT tahun 2019 turun menjadi 5,28 persen, sedangkan TPT tahun 2018 mencapai 5,34 persen. Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 0,23 persen di tahun 2019 dengan total 67,49 persen dibandingkan tahun 2018.

Berdasarkan data di atas, pemerintah sudah memainkan perannya dengan baik. Namun, pemerintah juga perlu memberikan perhatian yang lebih pada kasus child labor atau pekerja anak yang masih menjamur di Negeri ini. Logikanya, apabila masih banyak anak-anak di bawah umur yang bekerja banting tulang, itu tandanya kemiskinan masih bersarang di negara kita!

2. Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan.

Berdasarkan Indeks Kelaparan Global 2019 yang dirilis oleh Lembaga Riset Kebijakan Pangan di Amerika Serikat menyatakan bahwa Indonesia berada dalam kategori serius dengan nilai sebesar 20,1. Data ini dapat menjadi acuan pemerintah Indonesia untuk lebih maksimal dalam menangani isu kelaparan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan anggaran penelitian dan perkembangan teknologi untuk menemukan bahan pangan baru bagi manusia.

Jangan rusak impian dan harapan pemuda yang terjun ke dalam bidang ini, hanya karena anggaran untuk penelitian semakin menipis atau para ilmuwan muda tidak dihargai di negeri sendiri. Sudah cukup kita membuat para ilmuwan berbakat pindah jauh ke luar negeri dan hasil karyanya dinikmati bangsa lain.

3. Good Health and Well Being atau Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik

Dalam tujuannya yang ketiga, pelaksanaan SDGs bermaksud untuk menjamin kehidupan yang sehat, serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur. Menurut data dari World Health Organization (WHO), Indonesia menduduki peringkat ke-117 perihal Kesehatan dan Kesejahteraan Anak.

Tentu saja, fakta ini cukup miris dan seharusnya ini menjadi dorongan yang kuat bagi pemerintah Indonesia untuk semakin memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak Indonesia yang akan menjadi generasi penerus Bangsa.

Baca Juga  RUU Ketahanan Keluarga yang Bikin Keluarga dan Perempuan Gak Tahan!

4. Quality Education atau Kualitas Pendidikan

Tujuan keempat ini tidak kalah penting, lho! Kesehatan dan Kesejahteraan yang terjamin oleh pemerintah tidak akan menjamin suatu negara menjadi semakin baik ke depannya apabila penduduknya tidak mendapatkan kualitas pendidikan yang merata. Pendidikan adalah cara utama untuk memuliakan manusia, dan semua warga negara Indonesia berhak mengenyam pendidikan yang layak.

Sebagaimana yang tertera di dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab X A Pasal 28 C menyatakan bahwa: “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Untuk menjalankan UUD tersebut, Pemerintah seharusnya bukan hanya berfokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, penyetaraan pendidikan seharusnya menjadi hal yang paling diprioritaskan. Buktinya, masih banyak anak-anak Indonesia yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang belum mendapatkan pendidikan secara layak. Jangan bicara tentang kualitas, jika pendidikan yang merata saja belum tercapai!

5. Gender Equality atau Kesetaraan Gender

SDGs memiliki target untuk memberantas diskriminasi dan kekerasan terhadap kaum perempuan. Bahkan sampai saat ini, julukan “dapur, sumur, kasur” masih sering dikaitkan dengan para perempuan di Indonesia. Pada Mei 2019, katadata.co.id menyatakan bahwa apabila Indonesia tidak mampu mengatasi isu kesetaraan gender dalam enam tahun ke depan, yaitu sampai tahun 2025, maka Indonesia berpotensi kehilangan US$135 miliar dalam produk domestik bruto (PDB) tahunan.

Pernyataan ini berdasarkan penuturan dari para pemimpin bisnis yang mengikuti acara Investing in Woman dengan tema Accelerating The Indonesian Economy through Gender Equality di Jakarta. Hal ini menjadi tugas bersama bagi pemerintah dan pemuda Indonesia untuk saling memerangi diskriminasi gender, demi terciptanya kesetaraan gender.

6. Clean Water and Sanitation atau Air Bersih dan Sanitasi

Melalui pelaksanaan SDGs, di tahun 2030 Indonesia berharap dapat menyediakan akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang memadai, serta merata bagi semua penduduk. Melalui Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) yang diadakan pada Desember 2019, pemerintah Indonesia menyatakan akan lebih fokus dalam meningkatkan akses sanitasi dan air minum yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baik pemerintah dan generasi muda harus bekerja sama dalam hal ini. Misalnya, pemerintah perlu menambah akses air bersih untuk masyarakat dan memberi hukuman yang tegas bagi perusahaan atau pabrik yang semena-mena mencemarkan air dari  limbah yang dibuang ke aliran air sungai atau kali. Selain itu, pemuda harus membiasakan diri untuk tidak mencemari air dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga  Tips Jitu Pembangunan Kepemudaan: Kita Butuh “Orang Asing” untuk Berani Berinovasi

7. Decent Work and Economic Growth atau Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah perlu mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua orang. Dalam hal ini, pemerintah bisa terus mendorong perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia.

8. Industry, Innovation and Infrastructure atau Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Inovasi, kita semua berhak membayangkan bagaimana inovasi sangat memainkan perannya di kehidupan tahun 2030 nanti. Namun, ide brilian akan sulit menjadi karya yang cemerlang apabila dari sekarang pemerintah tidak mendukung para Gen Z untuk mengasah ide-ide inovatif mereka. Oleh karena itu, kalian para pemuda tidak boleh ragu dan malu untuk angkat suara tentang ide-ide hebat kalian!

9. Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Kamu pernah membeli makanan dan tidak menghabiskannya? Jika ya, jangan diulangi lagi ya! Mulai dari sekarang, baik pemerintah dan pemuda perlu saling bekerjasama untuk membeli dan menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan, menggunakan lampu hemat listrik, mengurangi sampah sisa makanan, dan lain sebagainya.

10. Climate Action atau Perubahan Iklim

Efek perubahan iklim semakin terasa dari hari ke hari. Kita menjadi semakin sulit dalam memprediksi cuaca, bahkan tidak sedikit orang yang terkena dampak dari perubahan iklim. Contohnya, peristiwa banjir pada malam setelah tahun baru 2020 dan 25 Februari lalu. Lagi-lagi, pemerintah dan pemuda bangsa perlu bertindak untuk isu besar ini mulai dari sekarang. Kita semua perlu melatih diri untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, mengurangi penggunaan listrik, tidak menebang pohon sembarangan, dan semakin sering merawat lingkungan.

Untuk poin climate action ini, pemuda dan masyarakat lainnya tidak harus melulu menyalahkan kinerja pemerintah. Dan, pemerintah pun tidak melulu hanya membuat kebijakan serta peraturan untuk menjaga lingkungan, namun tidak diterapkan dengan baik oleh pelaksana kebijakan. Apabila kerjasama yang baik antara kedua belah pihak dapat terjalin, maka Indonesia akan mampu mencapai target-target SDGs.

Gen Z, Indonesia butuh kehadiran dan peran kamu untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan. Yuk, kita mulai beraksi dari sekarang!

 

 


Bagikan