0   +   10   =  
Bagikan

Lawan Corona dengan Inovasi di Hari Kebangkitan Nasional – Warga Muda

Tepat 20 Mei 2020 kemarin, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Ya, ini memang menjadi Hari Kebangkitan Nasional yang cukup berbeda dari biasanya. Indonesia masih perlu siaga dan berjuang bersama-sama untuk melawan COVID-19. Namun, yang namanya perjuangan memang tidak bisa jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Perlu adanya kerjasama, partisipasi, dan kolaborasi dari semua pihak untuk bisa menyelesaikan isu kesehatan ini bersama-sama. 

Harapan itu selalu ada. Berkali-kali saya meyakini bahwa awan tidak selamanya mendung. Sebanyak 55 produk inovasi yang berhasil diciptakan oleh pemuda-pemudi Indonesia telah diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Saya rasa ini menjadi sinyal yang sangat bagus untuk kita semua dalam menyadari bahwa kita adalah bangsa yang kuat dan mandiri. 

9 produk unggulan untuk melawan COVID-19

Adapun dari 55 produk inovasi yang diluncurkan, 9 produk di antaranya adalah produk unggulan yang diyakini dapat mempercepat penanganan COVID-19. Kesembilan produk tersebut adalah PCR Test Kit, Rapid Diagnostics Test IgG/IgM, Emergency Ventilator, Imunomodulator Herbal asli Indonesia, Plasma Convalescence, Mobile Lab BSL-2, Sistem AI untuk deteksi COVID-19, Medical Assistant Robot Raisa dan autonomous UVC Mobile robot, serta Powered Air Purifying Respirator.

Sembilan produk unggulan tersebut juga telah ditinjau dan dicek langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Momen Hari Kebangkitan Nasional kemarin benar-benar menjadi titik cerah di mana masyarakat Indonesia seharusnya bisa kembali lagi percaya dengan kekuatan yang dimiliki bangsa ini. 

Jadilah pemuda yang mendorong kebangkitan nasional

Sayangnya, menyadari kekuatan saja tidak akan pernah cukup. Sehebat apapun inovasi dan teknologi, peran manusia sebagai sumber daya yang berkualitas sangatlah diperlukan. Kolaborasi dari setiap masyarakat sangatlah diperlukan. Tidak peduli tua atau muda, miskin atau kaya, apapun ras, suku, dan etnik yang kita miliki, COVID-19 ini adalah masalah kesehatan bagi kita bersama. 

Sebagai agen perubahan (agents of change), sudah saatnya pemuda dan pemudi Indonesia memainkan peranannya lebih dalam dan lebih konkret. Lakukan apa yang bisa kita lakukan saat ini, terutama untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Masing-masing dari kita perlu memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat bahwasannya permasalahan ini adalah masalah bersama dan pihak yang bertanggung jawab dalam penyelesaian ini bukan hanya pemerintah saja. 

Perlu menjadi bahan refleksi bagi kita semua bahwa sebuah kebangkitan hanya akan terjadi ketika kita merasa optimis, semangat dan berpikir positif akan kemungkinan-kemungkinan baik yang akan kita capai di masa depan. Lantas, bagaimana jika semua elemen tersebut tidak ada dalam pikiran kita? 

Jika semua itu tidak ada, kita cenderung menjadi manusia yang mudah menyerah, tidak peduli atau acuh tak acuh. Bahkan, yang paling membahayakannya adalah hanya fokus pada kesenangan pribadi. Tidak peduli konsekuensi yang orang-orang di sekitar kita dapatkan nantinya. 

Jangan mau jadi pemuda yang mendorong kemunduran nasional. Sudah tau virus ini berbahaya, eh malah keluar rumah hanya karena bosan, hanya karena kangen pergi ke mall dan ingin membeli baju baru, hanya demi konten videonya meraih likes banyak dan terkenal, atau mungkin hanya karena ingin cepat kaya. 

Pemuda adalah penentu maju atau mundurnya suatu bangsa. Saya sangat berharap semua pembaca yang sedang membaca tulisan saya ini memiliki semangat yang tinggi untuk saling bahu membahu dan berkolaborasi dalam melawan coronavirus bersama-sama. 

Yuk, jangan buat perjuangan para tenaga kesehatan (nakes), pemerintah, dan teman-teman kita lainnya yang tetap #dirumahaja menjadi sia-sia. Hanya karena, keegoisan, sikap ketidakpedulian, dan ketidakdisiplinan yang diri kita miliki. Sekarang, 55 produk inovasi telah diluncurkan. Tugas kita adalah tetap mengikuti kebijakan dan peraturan yang ada. Ini negara kita bersama, bukan negara pribadi, jadi jangan egois ya.   


Bagikan
Baca Juga  Bagaimana Cara Pemuda Indonesia Melawan Corona?